SUKABUMI, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Masthuriyah, Tipar, Cisaat Kabupaten Sukabumi KH. E. Fakhruddin Masthuro wafat pada hari Jum'at (15/6) dini hari. Almarhum yang akrab disapa Abah Endin ini menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit ASRI Kalibata, Jakarta sekitar pukul 01.25 WIB.

KH Endin Fakhrudin Masthuro wafat di usia 74 tahun karena penyakit jantung koroner yang dideritanya. Jenazah almarhum dimakamkan di Kompleks Pemakaman Al-Masthuriyah di samping ayahanda KH Masthuro dan Habib Syeikh bin Salim Al Athas.

Almarhum yang merupakan Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini meninggalkan enam orang putra-putri dan sepuluh 10 cucu. Kepergian almarhum cukup mengagetkan karena hampir bertepatan dengan haul meninggalnya KH Masthuro. Haul KH Masthuro (Mama Ajengan Masthuro) ayahanda dari Almarhum KH Fakhruddin Masthuro dilaksanakan setiap tanggal 27 Rajab pada setiap tahunnya.

Ust. H. Solahuddin, putra pertama KH Fakhruddin Masthuro mengungkapkan "Habib Syeikh bin Salim Al Athas (guru dari KH Masthuro) wafat pada tanggal 27 Rajab, Mama (KH. Masthuro) wafat pada tanggal 24 Rajab, sedangkan Abah (KH Fakhruddin Masthuro) wafat pada tanggal 25 Rajab". Sungguh merupakan rahasia Allah SWT.

KH Fakhruddin Masthuro merupakan putra ke-7 dari 11 bersaudara. Ayahanda KH Masthuro mempunyai 3 orang putra dan 9 orang puteri. Setelah wafatnya KH Masthuro, tambuk kepemimpinan dipegang oleh puteranya KH Syihabuddin Masthuro (alm), kemudian dilanjutkan oleh KH Endin Fakhruddin Masthuro (alm). Sepeninggalan KH Endin Fakhruddin Masthuro, Pondok Pesantren Al-Masthuriyah dipimpin oleh putera bungsu KH Masthuro yaitu KH Abdul Aziz Masthuro.
Majelis Ta'lim As-Saef
Majelis Ta'lim As-Saef menyelenggarakan pengajian Bapak-bapak dan Ibu-Ibu serta pengajian Al-Qur'an untuk anak-anak.
Kp. Pojok Rt.08/01 Desa Bojongasih Kec. Parakansalak Kab. Sukabumi - Phone: 0816216422

Tambahkan Komentar Tutup Komentar

Disqus Comments